Galeri 2016

Gadjah Mada Legal Research and Inovation 2016

Seminar Nasional

Di ufuk integrasi ini, menjadi penting adanya upaya untuk menelaah secara mendetil komponen-komponen yang membentuk Masyarakat ASEAN. Kajian keilmuan atas ASEAN akan menyingkap segala kebingungan, ketidakpastian, dan “misteri” terkait bagaimana sebenarnya organisasi internasional ini menjalankan fungsinya untuk memenuhi tujuan-tujuannya. Akhir-akhir ini, terutama seiring meningkatnya publisitas integrasi ASEAN, diskusi dan penelitian tentang ASEAN telah menjadi semakin banyak. Namun demikian, jumlah kajian ini masih relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah kajian serupa atas organisasi integrasi regional serupa, seperti Uni Eropa dan Uni Afrika. Adanya disparitas perhatian yang diberikan pada ketiga pilar Masyarakat ASEAN ini semakin memperparah ketidaktahuan publik akan ASEAN. Hal ini dapat dilihat dari sedemikian tingginya fokus pada AEC, namun hampir tidak ada perhatian yang diberikan pada kedua pilar Masyarakat lain yang bisa jadi memiliki keterkaitan erat dan relevansi yang juga sama besar bagi Indonesia, yaitu APSC dan ASCC.

Ketimpangan ini akhirnya berujung pada adanya anggapan terutama dapat diamati di Indonesia– bahwa Masyarakat ASEAN adalah AEC semata. ASEAN dan proses integrasinya menjadi ladang yang subur bagi pengembangan penelitian-penelitian baru yang akan sangat bermanfaat untuk memasyarakatkan ide Masyarakat ASEAN kepada rakyat ASEAN yang sebagian besarnya belum sepenuhnya memahami integrasi regional ini. Dengan niatan pengembangan ilmu dari tema kontemporer inilah, Gadjah Mada Legal Research and Innovation (Galeri) 2016, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis FH UGM ke-70, mengusung tema besar “Menuju Integrasi Komunitas ASEAN?”.

Tanda tanya dalam tema Galeri ini merepresentasikan pandangan umum masyarakat –terutama dalam hal ini masyarakat Indonesia– yang sama sekali belum akrab dengan ASEAN serta dampak apa yang akan ditimbulkan oleh upaya integrasinya terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk itulah Galeri 2016 mengadakan Seminar Hukum Nasional yang diberi judul “Prospek Pengembangan Keilmuan dari ASEAN Community” yang akan dilaksanakan pada :

Hari, tanggal : Sabtu, 30 April 2016
Waktu : 08.30- 12.30
Tempat : Ruang 3.1.1 Fakultas Hukum UGM

Pemateri :

  1. Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M. (Guru Besar Hukum Internasional FH UGM / Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM)
  2. Prof. Tomi Suryo Utomo, S.H., LL.M., Ph.D. (Guru Besar Universitas Janabadra / Departemen Hukum Dagang FH UGM)
  3. Dr. Rikardo Simarmata, S.H. (Ketua Djojodigoeno Center for Adat Law Studies / Departemen Hukum Adat FH UGM)

Moderator : Agustina Merdekawati, S.H., LL.M. (Sekretaris Departemen Hukum Internasional FH UGM)

Secara umum, isu-isu yang dapat diangkat dalam pembahasan, antara lain:
• Apa sajakah bidang-bidang kajian di dalam tiap-tiap pilar Masyarakat ASEAN dan bagaimanakah instrumen ASEAN terkait mengaturnya?
• Di manakah terdapat research gap dari bidang-bidang kajian di dalam pilar-pilar Masyarakat ASEAN dan bagaimana peran akademisi dalam bridging the gap?
• Apa sajakah tantangan yang dihadapi masing-masing pilar Masyarakat dalam upaya integrasi ASEAN seterusnya?

Untuk mengikuti seminar tersebut anda dapat menghubungi panitia untuk mendaftar. Bagi yang menginginkan surat undangan kegiatan ini dapat mengunduh disini.